Tampilkan postingan dengan label afs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label afs. Tampilkan semua postingan
Selasa, 23 April 2013

(Assistant) Stage Manager



Yeah, babe, Assistant Stage Manager! How everything really happen for reason. At first, due to the schedule (bwahahaha) I decided not to join the musical but chose to be a light manager instead. Then, three days before the musical, on the Writer's Festival, I just knew that Hannes and Javin would be the Light Manager. Did not what happen, because I already told Craig and Anthony that I was interested to become the Light Manager. So I said to myself, oh well, whatever, and helped them built the set instead. Suddenly before the rehearsel started, Anthony called me and asked for my help to bring the properties to the stage during the play. Heck yeah, why not! Then I suddenly became an official Ass. Stage Manager. I was like, "I could wear the headphone, yeah!" Yup, at first, my purpose was to wear the headphone because people that wore them looked so cool (HAHAHAHA). I also realized that I more the "backstage person", like to be behind the scene rather that be the player, so I really wanted to feel how it feels like to be backstage people. And it felt so much fun, even though I felt kinda weak because I could not really yell to the actors. But, well, new experiences everyday!

Still, the headphone, woah.. I really finally had a chance to wear it..




Kamis, 06 Desember 2012

Good and Weird Stuff Here

Nongol lagi nih, hehe.. Daripada nggak ada kerjaan pag-pagi, mending nulis aja. Nggak afdol ya rasanya buat exchange student kalo nggak nulis hal-hal unik dan random dari negaranya masing-masing. Jadi, ya, udah tau dong tema tulisan kali ini apaan?

The Good Stuff:

1. Porsi makanannya gede banget, itu bisa kali buat dua kali makan. Surga banget pokoknya. Tapi ini termasuk hal negatif juga sih, buktinya ini celana jeans sudah teriak-teriak minta dibebasin *hikshiks

2. "Please" dan "Thank You" itu wajib hukumnya disini. Kata siapa orang Amerika nggak sopan? Pengertian sopan disini dan disana kan beda. Kalau misalnya mau minta tolong, wajib hukumnya nanya pakai kalimat lengkap dan pakai "please" (ini sih aturan di hostfamily aku, gatau kalau yang lain ada yang beda)

3. Sekolah disini enak.Pelajarannya nggak susah-susah amat, sedikit, dan tiap hari sama jadwalnya. Yang terakhir itu kadang bikin bosen juga sih, tapi karena belajarnya intensif dan terus menerus, gampang masuk ke otaknya. Lagian nggak lama kok, satu pelajaran cuma 45 menit. Siswa juga dituntut buat aktif ngomong di kelas, dan bukan tipe "lihat catat dan hapalkan" kayak di Indonesia. Terus kita boleh milih pelajaran. Bagian yang itu asik banget, soalnya kita bisa milih sesuai bakat dan minat kita. Kalau dipikir-pikir, buat apa belajar Fisika kalau kita benci pelajaran itu dan nggak ada minat buat kerja yang berhubungan sama Fisika? *alasan

4. Anerika itu menjaga banget tempat wisata sama tempat bersejarah mereka. Mereka rawat banget dan lokasinya bersih banget. Terus tourism mereka juga jago, ahli mengundang turis.

5. Amerika itu bersih. Nggak ada yang namanya sampah di jalanan, kecuali daun. Kesadaran membuang sampah mereka udah tinggi. Mereka juga udah terlatih untuk recycle.

6. Amerika itu nggak memandang orang melalui pekerjaan. Mereka nggak peduli apakah mereka itu bus driver atau school carpenter.

The Weird Stuff

1. Siswa boleh makan dan boleh ongkang-ongkang kaki di dalam kelas. Ini nggak negatif, soalnya kan kalau masalah budaya nggak ada yang bisa dibilang negatif. Yang pertama itu asik malah sebenarnya, bisa ngemil dalam kelas haha. Tapi nggak semua kelas kita bisa gitu, ada beberapa guru yang nggak mau kita makan di kelas.

2. Disini makan pakai sendok itu aneh, kecuali kalau makan sup. Biasanya orang sini kalau makan nasi atau apa-apa pakai garpu.

3. Orang Amerika cinta banget sama yang namanya keju. Hampir semua makanan disini mengandung keju. Hostsister aku, Kenzie, malah makan mi Ramyun Korea yang super pedas itu pakai keju.. Rasanya sih lumayan, tapi ya aneh aja...

4. Kadang jengkel juga tinggal di New Hampshire, mau kemana-kemana jauh banget. Kota-kota disini terpisahnya lumayan jauh, dan nggak ada kendaraan umum. Kadang terganggu juga sih, soalnya gabisa bebas main kemana-mana. Tapi ya, sudahlah..

5. Di New Hampshire, kalau ada orang asing mereka biasa aja. Kan kalau di Indonesia, kalau ada orang asing, pasti diliatin, disuitin, dan dimintain foto. Disini, boro-boro, diajak ngobrol aja kadang-kadang kalau nggak kitanya sendiri yang gerak. Katanya Craig, guru drama aku, orang NH dan East Coast itu memang cenderung dingin, beda sama Southern part. Atau mungkin karena Amerika itu melting pot, campuran dari berbagai bangsa, jadi kalau ada yang beda dikit mereka udah nggak asing lagi.

6. Peluk-peluk antara temen cowok dan cewek disini itu biasa banget dan nggak selamanya menandakan hubungan spesial *ceileh.

7. Orang Amerika itu nggak suka nyetrika karena mereka pikir itu nggak perlu. Bajunya dibiarin kusut semua. Nggak juga sih, soalnya mesin cucinya canggih, jadi kalau kusut kadang nggak keliatan banget. Aku kadang masih suka nyetrika, tapi setrika-nya hostfam nggak asoy, nggak bisa sampai licin-cin-cin banget. JAdi ya udah, jarang deh nyetrika, haha..
Jumat, 02 November 2012

Arrival Orientation


Kita ada Arrival Orientation di Hilton Hotel selama 3 hari. Aku sekamar sama Intan dan Mira dari Mesir. Begitu masuk kamar jam 2, kita ngobrol-ngrobrol bareng sama Maryam temennya Mira. Kita ngobrol tentang suasana Mesir setelah revolusi, gimana presidennya, dan lain-lain. Terus, kita tidur. Dan molor sampai jam 3 pagi. AHAHAHAHHAHA KEBO ABIS. Kita ngelewatin dinner sama welcoming session. Gimana dong ya, capek banget. Dan ternyata, keesokan harinya, anak-anak ngasih tau kalo semalam rombongan Indonesia sepi banget, paling cuma 15 orang yang hadir, ahahaha.



Besoknya, sesi dimulai. Aku sekelompok sama Pretti (India), Nazlican (Turki), Mohammed (Mesir), Intan, Maira (Africa), dan Bri sebagai GL. Lumayan canggung karena baru kenal dan sama-sama gagap bahasa Inggris, jadi nggak bisa gila-gilaan banget. Sesinya lumayan menyenangkan, kadang agak boring gara-gara canggung. Makanannya luar biasa, enak banget. Kadang ada yang aneh banget sih, tapi so far enak kok. Kecuali buat yang puasa, soalnya sahur mereka selama tiga hari itu Smokey Beef/Turkey/Fish, 2 telur tebus, 1 selada, 1 tomat, roti, yoghurt, orange juice, dan dalam keadaan dingin. Jadi kasihan banget sama teman-teman yang lagi puasa..





Di Washington sempet jalan-jalan ke Lincoln Memorial. Patung Lincoln di sana subhanalah gede banget.. Nggak lama-lama disini, paling cuma 15 menit doang.. Huhuhu.. Terus kita ke Kedubes Indonesia di Washington DC. Keren lah gedungnya, ala-ala Eropa gitu. Allhamdulillah sempet ketemu Pak Dino Patti Djalal. Habis itu kita ke Walmart buat belanja pakai uang 10 dollar pertama disini. Karena aku buta banget sama harga barang-barang, aku milih barang yang kecil-kecil aja. Awalnya pengen beli postcard, tapi karena nggak ada, ya sudah.. Akhirnya aku beli sabun, pasta gigi, sama satu lagi lupa. Aku habis sekitar 2 dollar. Malah ada yang sampai beli sepatu disini dan dia terpaksa pakai uangnya sendiri selain 10 dollar itu, soalnya mana ada harga sepatu 10 dollar disini, hahaha. Habis itu, karena katrok dan iseng, aku nyoba beli minuman di vending machine and it was work! Hahahaha! Fanta Orange boo, yang sudah jarang banget nemu di Indonesia..

Dan habis itu kita balik lagi ke Hilton Hotel. Tebak deh, habis itu aku ngapain? Yak, apalagi kalau bukan TIDUR. Dan akhirnya kebablasan lagi, kebangun jam 10. Padahal sudah niat bangun, tapi kita sekamar capek banget.

Second day, nothing special. Kita cuma mingkem di dalam ruangan dengerin speech dll. Oh, dan kameraku rusak kerendam air di dalam goodie bag-ku (smart, I know). Sorenya, aku kekunci di luar. Jadi ceritanya aku beli postcard, terus main ke kamarnya Dayu sama Wafa. Pas mau balik, kamarnya kekunci dan Intan didalam kayaknya molor, soalnya kuketok berkali-kali kagak bangun-bangun. Jadi ya akhirnya aku balik ke kamar mereka sambil nyeker, terus numpang tidur disana, hehe. Untung sudah packing, jadi nggak ribet-ribet amat.

Malamnya ada speech dari Imam Basar Arafat (yes, nggak ketiduran lagi!). Sebenarnya menarik banget speechnya, tapi waktunya yang nggak banget. Kenapa panitia setting waktunya malam habis dinner, dan besokya kita harus bangun pagi-pagi buat siap-siap pergi ke state masing-masing? Aku juga ketiduran di meja, dan kebangun gara-gara Carlos nanya soal mimpi basah (yeah, a good reason to listen, right?).

Besoknya, aku bangun jam tiga pagi, langsung siap-siap. Deg-degan banget, soalnya bakal ketemu hostfam beberapa jam lagi. Aku nggak sempet say goodbye ke teman-teman yang berangkat duluan, tapi sempet banget ngasih titipan postcard ke Kak Wendy (muahahaha). Habis say goodbye peluk-pelukan sama Intan, aku langsung naik ke bis dan went back to Dulles Airport

Sampai di airport kita dikasih visa, passport, sama dokumen-dokumen lain. Terus baris lumayan lama untuk masukin bagasi. Aku kaget banget, soalnya koperku overweight (padahal aku nggak beli macem-macem), jadi terpaksa bongkar-bongkar koper lagi dan baju adat harus kutenteng di goodie bag. Habis bagasi beres, ngantri buat masuk ke ruang tunggu. Ngantrinya panjang banget, terus pemeriksaannya lebih ketat. Semuanya ribet ngeluarin barang-barang elektronik, cairan, ikat pinggang, sama lepas sepatu. Alatnya canggih gitu, kayak X-Ray seluruh badan. Habis itu beres, aku sama Frilly langsung main cabut ke ruang tunggu masing-masing, soalnya udah mepet banget waktunya. Aku deg-degan juga sih, soalnya kita cuma berdua di bandara segede ini, dan nggak tau apakah yang lain pada panik nyariin kita atau nggak, dan aku aku lupa kalau aku juga punya temen sepesawat yang dengan seenaknya kutinggalin (maaf yah). Di tengah-tengah, aku sama Frilly pisah, soalnya ruangan kita beda. Makin deg-degan aja aku, dan makin panik soalnya takut ketinggalan pesawat. Akhirnya pas nemu terminal, aku langsung masuk aja dan ya, penumpang yang belum masuk tinggal aku sama anak YES yang satu lagi. 

Nunggu agak lama sambil celingak-celinguk (soalnya nggak bisa nonton TV di pesawat ini, huhuhu), akhirnya temenku datang. Sambil minta maaf gara-gara ninggalin dia, kita berdua duduk aja di kursi nggak tau mau ngapain. Dan akhirnya daku memilih tidur, hehe. 

Yap, nggak terasa pesawat udah sampai di Boston International Airport. Beberapa menit lagi aku bakal ketemu sama hostfamilyku, The Moulton. Dan ya, selangkah lagi aku akan mengarungi hari-hari di negeri Paman Sam. Hola, Americano! 


Kamis, 01 November 2012

Arrival!

Iye iye, tau, ini post udah basi banget kalo baru ditulis saat udah nyaris TIGA bulan aku disini. Tapi ya, mau gimana lagi dong, males banget, ahahaha. Jadi ya udah, mumpung hari ini lagi nggak ngapa-ngapain, aku nulis marathon aja.

-Lapangan Basket Wisma Handayani (06.00-mboh lupa)




Udah banyak gerombolan berbaju kuning di lapangan. Semalam anak-anak pada heboh packing segala macam, jadi mukanya pada capek. Aku? Jangan ditanya. Aku baru tidur jam 3-an setelah sahur. Bukan, bukan gara-gara packing, tapi niat awalnya sih nggak mau tidur di hari terakhir di sini. Mau menikmati malam terakhir di Indonesia, sahur terakhir disini. Eh, tapi ternyata ketiduran juga, ahaha. Dan kita nunggu lamaa banget di lapangan, udah pada mateng kayaknya di bawah sinar matahari. Ada yang asyik ngobrol, main hape, ada juga yang main truth or dare. Aku ikutan main di saat-saat terakhir, dan kena dare. Tau disuruh ngapain? Nggombalin Kak Inu. HAYAAAAAAH ANAK-ANAK SIALAN. Ohiya, bedewey, hari ini ulang tahunnya Kak Sri lho, jadi kita sempet nyanyi Happy Birthday. Happy Birthday Kak Sri! Makasih selama ini udah mau direpotin sama kita, dan membantu kami sampai sejauh ini. We love you! =*

And, then, it's time to go. Memandang Wisma Handayani untuk terakhir kalinya. Wisma yang sudah menjdi saksi cerita perjalan ribuan anak-anak AFS dan YES, termasuk cerita kami. Itu ceritaku, apa ceritamu?

Di bis, anak-anak pada diam, nggak terlalu ricuh. Nggak kayak semalam pas pulang dari Kedubes AS, anak-anak belakang bis pada ribut nyanyi lagu-lagu galau, sampai-sampai Faris nangis. Tapi kali ini, semua dalam keadaan sendu. Cuma kakak-kakaknya yang pada heboh karaokean, mulai dari lagu Chaiya-Chaiya sampai lagunya SNSD. Siapa lagi kalau bukan Kak Ipang calon anggota girlband.



-Soekarno-Hatta

Nyampai di Soekarno-Hatta, kita nggak langsung ketemu keluarga, tapi ngumpul dulu sama kelompok keberangkatan (kelompokku Aqila (Ketua), Athok, Haryo, Widya, Fari, Febri, Onka, Bella) dan ada pengarahan gitu dari kakak-kakak sebentar. Baru setelah kita nggeret koper jaaauh banget ke Terminal 10 buat ketemu selama 1-2 jam (lupa). Aku langsung ketemu Kak Rina sama Mama dan kita langsung ribet bongkar koper, soalnya koperku lebih dari 20 kilo. Dan akhirnya aku ketemu sama Teh Kotak! Kyaaaa akhirnya setelah ngidam parah selama seminggu, terima kasih Ya Allah! (/^o^)/ (Ya, akhirnya puasa kubatalin, soalnya kita nggak boleh bawa minuman ke dalam, jadi ya batal deh)

Terus udah waktunya ngumpul lagi. Yaudah, banjir deh daku. Rasanya nggak kebayang gitu bakal pisah setahun sama keluarga. Suasana pun mendadak mellow. Terus, aku nangis lagi pas ngeliat kakak-kakaknya itu. Ya Allah, udah sayang banget sama mereka. Tapi sayang banget nggak sempet meluk 
semuanya satu-satu dan bilang terima kasih. =''(




Kita nunggu lumayan lama di waiting room, hampir dua atau tiga jam. Tepar di lantai persis kayak gerombolan TKI, haha.. Dan akhirnya, take off!! Agak aneh rasanya denger logat Malaysia di pesawat setelah selama ini selalu denger bahasa Indonesia. Tapi asiklah pesawatnya keren *maklum katrok



Jadi, alur perjalanan kita adalah :



  • KL-Malaysia 
  • ASIK BANGET SUMPAH GILA BANDARANYA KEREN! Naik tram (?) untuk pergi ke terminal selanjutnya, terus desainnya futuristik banget. WC-nya juga masih pake air (hahaha). Kerenlah pokoknya

  • London-England : Beda dari bayangan, soalnya kukira bandaranya bakal model-model Eropa kuno gitu. Duingin banget! Nggak sempet jalan-jalan sih, cuma ngerasain bisnya sama airportnya doang. Sempet nukar beberapa euro buat internetan (BAHAHA) tapi lumayanlah dapet uang Inggris, hehe. Sempet teriming-imingi buat beli beberapa souvenir nggak penting, but ended up with couple postcards. Lumayan lama nunggu disini. 
  • United Airlines : PESAWATNYA ASLI KEREN LAH POKOKNYA. Bokong lumayan kram gara-gara duduk 13 jam nggak ngapa-ngapain kecuali molor, makan, atau nonton. Berasa dewa banget lah pokoknya. Ngerasain salad yang super nggak banget (yang membuat daku berpikir kalo makanan vegetarian amatlah mengerikan--dan ternyata nggak juga). Makanannya masih belum menyesuaikan. Aslinya ya, enak-enak aja sih. Tapi maklum, perut masih Melayu mode on, hehe.
And finally, we were here, Dulles Airport, Washington DC! Yeah, welcome to , AMERICA!



Senin, 13 Agustus 2012

Mereka





Tiba-tiba, saat melihat semua kertas-kertas, poster, dan gambar yang ditempel di Washington DC, I started to remember my National Orientation. Semua kertas-kertas itu, curahan hati kami, harapan dan mimpi serta ketakutan kami. Semua tertuang di kertas-kertas itu, di sepanjang lorong menuju ruang sesi. Jangan lupa juga semua peraturan, ground rules, serta semua values (remember one of the rules that given red underline on it because of  "that"?).

I really missed the kakak-kakak so much right now. Bagaimana awalnya kami menganggap mereka seperti kakak-kakak senior rese yang hobi marah-marah, dan sekarang merekalah our biggest inspiration. Semua yang telah kita lewati bersama. Tawa dan canda saat sahur. Gila-gilaan saat sesi. Tangis haru dan pelukan hangat bagi kami semua. Marah dan kecewa karena dikhianati oleh kami. Semua rasa itu, tampak begitu manis sekarang.

Ingat "kejadian" itu? Saat itu, kami benar-benar merasa seperti pengkhianat, pengecut yang tidak bisa menjaga kepercayaan kakaknya sendiri. Padahal, baru malam sebelumnya kita semua berpelukan dan menangis haru, dan pertama kali merasakan berada di tengah keluarga besar yang hangat. Baru tadi pagi saat sahur kita bercanda, ngobrol bareng. Tapi esoknya, semua itu hancur karena kesalahan kami. Kami benar-benar menyalahkan diri sendiri. Ingat saat kalian melepas name tag itu? Saat itu kami merasa kalian juga melepas semua rasa sayang kalian, melepas semua hubungan kekeluargaan. Tidak ada lagi kakak-kakak yang biasanya selalu berkumpul di pinggir ruang sesi. Tak ada lagi kakak-kakak yang menyiapkan roti dan susu saat malam. Kami benar-benar merasa hancur. Kami tidak tahu harus berbuat apa, semua serbasalah. Kalau ego ini tidak menghalangi, ingin rasanya berlutut minta maaf, dan mengembalikan semuanya ke keadaaan normal. That day was the longest day at my life

Tapi kemudian, semua berubah jadi super menyenangkan. Suara tawa tiap hari, ejekan, candaan (terutama Prince Inu the comic of standup comedy). Walau harus berduka karena wafatnya kakak perempuan Kak Fia (Innalillahi, semoga Allah mengampuni segala dosanya dan menerimanya di sisi-Nya). Tapi, semua momen itu, adalah salah satu momen yang paling berharga di hidup kami.



Oh, dan tentu saja talent show, one of the spotlight at this orientation. Saat briefing sebelum orientasi, betapa paniknya kami karena harus menghapal 30 lagu daerah (bayangkan, 30 lagu daerah! Mana judulnya asing-asing semua pula, susah dicari pula. Entah gimana mereka bisa nemu tuh lagu-lagu #ngedumel) Dan di malam pertama, perkenalan kakak-kakak talent yang surprising dan asik banget, tapi setelah itu kami dibuat mati kutu.. ==" Lalu, special for drama section. Remember that small spot in front of the elevator? Bagaimana kita membuat alur drama, dengan tambahan-tambahan aneh dan super nggak jelas (inget nggak lagu "Apusing" yang didapatkan dari kerandoman Kak Riri dan Kak Stoki?)? Tawa yang muncul setiap kali menemukan ide-ide yang super aneh dan unyu, kehebohan dan kegilaan di larut malam yang muncul karena rasa kantuk dan lelah. Kak Riri yang imut dan random, Kak Stoki yang terkenal dengan tagline-nya, "Fokus dek, fokus!", "Catatannya mana dek?", Kak Hadi yang tenang dan mengajarkan pelajaran tidur-kilat-ala-Kak Hadi (which make us more sleepy..). Lalu, RUN-TROUGH! Run-trough yang super menyenangkan! Momen yang sangat kami nikmati setiap malam, walau komentar yang muncul setelah itu super horror ("Komunikasinya mana dek?"). Selalu berantakan di setiap run-trough, tapi sangat epic saat farewell party. Entahlah, the magic of farewell maybe?

Dan, tibalah hari perpisahan itu. Hari dimana kami pergi untuk mengejar mimpi. But, it such a pity that we couldn't hug all of them, we couldn't look at their eyes one by one and say thank you from the bottom of our heart. Kami berjanji, saat kami kembali nanti, senyum bangga-lah yang akan kami lihat dari kalian.  


We met you all as strangers and left you as a big family

And my first tears here, are for you all. Thank you, thank you, thank you.

Thank you...

Credit for Kak Rizky Grahita @Rizk Photography and Catherine's Facebook
Sabtu, 30 Juni 2012

28 Days

Tinggal 28 hari lagi aku bakal ninggalin Indonesia. Sumpah, nggak terasa sama sekali. Rasanya panik pas aku menyadari itu. Kenapa waktu berlalu sangat cepat?

Jujur, sampai sekarang masih nggak percaya kalau sudah benar-benar mau pergi. Masih nggak percaya, Ini beneran nih mau ke Amerika setahun? Rasanya, jalan ke Amerika itu masih panjaaaang banget, masih terasa kayak pas lagi seleksi.

Dan ketika kesadaran itu datang, aku merasakan hal yang lain. Ketakutan. Ya, ketakutan itu mulai datang, menghantam kesadaran dengan bertubi-tubi. Aku mulai merasa takut.

Gimana nanti kalau aku nggak bisa bersosialisasi disana? Gimana kalau aku dapat masalah sama hostfam? Gimana kalau ekspektasiku terlalu tinggi, dan akibatnya aku akan kecewa saat melihat kenyataan? Dan yang paling besar, siapkah aku meninggalkan semua yang ada disini?

Saat aku menyadari waktu, aku termangu di kamar. Aku melihat semua yang ada di kamarku. Tempat tidur, boneka, keadaan yang berantakan. Nanti aku akan meninggalkan semua ini dalam setahun. Rasa rindu sudah mulai muncul, dan juga rasa enggan untuk pergi meninggalkan ini semua. Biarpun itu hanya hal yang sepele, rasa takut bercampur rasa panik tetap datang. Karena aku menyadari, sebentar lagi aku akan meninggalkan comfort zone. Aku akan meninggalkan tempat dimana seumur hidup aku merasa aman, nyaman, dan terlindungi, meninggalkan semua yang kusayangi, meninggalkan hal menyenangkan yang sudah kubangun sejak masih kecil. Aku akan pergi ke unknown zone, daerah yang tak dikenal. Daerah yang tak pernah kudatangi seumur hidup, yang hanya kulihat dari televisi. Daerah dimana tak ada seorang pun yang kukenal, dengan bahasa yang asing. Singkatnya, daerah yang (menurut pemikiran bodoh dan naifku) menakutkan.

Sampai sekarang aku masih belum packing. Teman-teman yang lain sudah ada yang packing, sudah siap. Dan disini, sekarang, aku bingung banget apa yang harus dibawa, apa yang harus dimasukkan, apa yang harus kubawa untuk hostfam dan teman-teman disana. Tapi tiba-tiba aku tahu kenapa aku belum melakukannya sampai sekarang. Karena aku tahu, ketika aku melihat koper yang sudah siap, ketakutan itu akan makin bertambah. Rasa tidak siap itu tiba-tiba muncul. Melihat koper membuatku menyadari ketakutan akan waktu.

Tapi, tidak ada jalan keluar lagi. Ini sudah bukan waktunya aku bisa jadi seorang pengecut. Sudah terlalu lama dan jauh jalan yang harus kutempuh, sudah terlalu banyak perngorbanan  demi mencapai apa yang sekarang aku raih. Sangat bodoh rasanya bila melepas semua ini hanya karena rasa takut semata. Countdown sudah dimulai, dan tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghentikannya. Yang bisa kulakukan hanyalah berdamai dengannya. Memanfaatkan setiap waktu yang ada untuk meredakan ketakutan ini.

Memanfaatkan setiap waktu yang ada untuk mempersiapkan diri. 
Kamis, 16 Februari 2012

The (Long) Journey is Begin !

Yak, pendaftaran AFS akan dibuka pada bulan Maret! *plokplok Nah, buat adik-adik kelas 10 dimanapun kalian berada, persiapkan diri kalian yaa, because your long journey will start soon~ Nah, untuk tau apa sih AFS itu dan gimana cara mendaftarnya, check it out guys!


Apakah program pertukaran Bina Antarbudaya itu?

Bina Antarbudaya  adalah organisasi nirlaba yang berafiliasi dengan AFS Internasional yang merupakan pelopor program pertukaran pelajar di dunia. Setiap tahun, Bina Antarbudaya mengirimkan siswa/siswi terbaik Indonesia untuk tinggal dan belajar di beberapa negara di dunia dalam program pertukaran budaya. Siswa/siswi ini dipilih melalui beberapa tahapan seleksi yang sangat kompetitif untuk memastikan bahwa pelajar yang kami kirim benar-benar yang terbaik sebagai duta Indonesia, tanpa membedakan membedakan agama, ras, suku, maupun latar belakang sosial, ekonomi. Untuk lebih lengkapnya mengenai Bina Antarbudaya, silakan kunjungi website http://bina-antarbudaya.info/

Siapakah yang boleh mendaftar untuk program ini?

Persyaratan untuk mengikuti seleksi program pertukaran pelajar yg diadakan Yayasan Bina Antarbudaya adalah:
  • Siswa kelas 1 SMA/SMK/sederajat
  • Sehat secara fisik dan mental
  • Aktif mengikuti berbagai kegiatan baik di sekolah maupun di luar sekolah
  • Mengikuti dan lulus seleksi bertahap yang diadakan oleh Bina Antarbudaya
  • Mendapat ijin dari orang tua dan sekolah
Saya adalah siswa pesantren, bisakah saya berpartisipasi?

Kenapa tidak? Seluruh siswa kelas X SMU / sederajat, baik dari SMK maupun pesantren, boleh mengikuti seleksi. Tentu, apabila mendapat izin dari sekolah yang bersangkutan. It's ok man kalau kamu anak pesantren, gada yang melarang kok. Dan jangan takut! =)

Jadi kalau saya sudah kelas XI atau XII, tidak bisa mengikuti seleksi?

Sayang sekali, untuk saat ini kami hanya membuka seleksi setiap tahunnya untuk siswa/i kelas X.

Mengapa hanya mereka yang duduk di kelas X yang boleh mendaftar?

Untuk memastikan bahwa siswa/i yang dikirim merupakan duta bangsa terpilih, mereka harus mengikuti beberapa tahap seleksi di tingkat chapter, nasional, dan internasional. Setelah calon kandidat lolos dari 3 tahap seleksi di tingkat chapter, mereka juga akan diseleksi kembali di tingkat nasional. Kemudian mereka masih menunggu kepastian keberangkatan serta izin dari negara tujuan. Setelah mereka mendapat izin dan memenuhi semua persyaratan, kandidat akan menjalani tahun pertukaran pelajarnya saat ia duduk di kelas XI akhir / kelas XII awal.
Karena proses seleksi yang bertahap inilah, maka kami hanya  membuka kesempatan bagi mereka yang duduk di kelas X untuk mendaftar.

Saya siswa akselerasi, boleh mendaftar? Boleh. Tapi  jangan lupa isi Surat Keterangan Akselerasi ya. Surat ini hanya untuk mereka yang saat ini sedang mengikuti program akselerasi, kalau kamu aksel waktu SMP tidak perlu melampirkan surat ini :).
4.  Wah, susah ya pakai seleksi. Memang tahapannya apa saja? Setiap chapter akan melakukan rangkaian proses yang sama:
  • Pendaftaran
  • Seleksi Tahap I:  Pengetahuan Umum, Bahasa Inggris, dan Essay Bahasa Indonesia - 1 Mei 2011
  • Seleksi Tahap II: Wawancara Kepribadian dan English Interview - 29 Mei 2011
  • Seleksi Tahap III: Dinamika Kelompok - TBC
  • Tahap Nasional: Seleksi Berkas
  • Untuk Program YES tambahan Seleksi Nasional.
5. Musti rangking dong? Nilai raport dan performa akademis hanya menjadi salah satu elemen penilaian kami, tapi bukan satu-satunya. Tidak semua siswa yang rangking berhasil menjadi kandidat, tetapi semua yang menjadi kandidat pastinya berhasil menunjukkan mereka pintar dengan karakter mereka masing-masing.

Apakah harus fasih berbahasa Inggris supaya bisa lulus program ini?

Tidak juga. Kemampuan bahasa dan akademis bukan yang kami utamakan dalam memilih kandidat. Kami mencari pemimpin masa depan, mereka yang memiliki semangat dan kepribadian yang kokoh untuk mampu belajar dari budaya yang berbeda. Jadi kamu tidak perlu berkecil hati, bila kemampuan berbahasamu tidak seberapa. Toh, jika kamu terpilih untuk belajar di negara lain, kamu akan menguasai bahasa negara tersebut dalam waktu yang relatif singkat! ;-) Tetapi jangan lupa, tes kemampuan bahasa inggris juga merupakan salah satu tahapan seleksi. Selama kamu bisa menunjukkan kamu bisa berkomunikasi (setidaknya) dengan keterbatasan bahasa yang ada, seharusnya tidak ada masalah. Menurut pengalaman di negara tujuan selain bahasa, akan ada halangan budaya, kebiasaan, dan lainnya. Jadi setidaknya kami bisa memulai dari yang paling sederhana, kan?

Apakah harus menguasai salah satu kebudayaan daerah agar bisa terpilih?

Penguasaan kebudayaan daerah bisa menjadi nilai tambah untuk peserta seleksi, tetapi tidak diwajibkan. Tapi ada baiknya jika kalian menguasai salah satu bentuk kesenian tertentu agar bisa ditampilkan.



Program pertukaran pelajarnya ke mana saja? Kami ada 8 pilihan negara: Amerika Serikat, Jepang, Swiss, Jerman, Italia, Perancis, Norwegia, Belanda, dan Belgia. Untuk siswa akselerasi, pilihan negara hanya: Jerman, Jepang, Italia, Belgia, dan Belanda (referring ke Surat Pernyataan Akselerasi).  FYI, kamu boleh memberi rekomendasi negara pilihan kamu saat telah menjadi kandidat, tetapi penempatan kamu di mana tergantung keputusan Dewan Juri Nasional dan kuota setiap negara.
Memang berapa yang terpilih untuk berangkat? Kuota setiap tahun berbeda dan ini ditentukan banyak hal. Tetapi, jumlah siswa yang diberangkatkan dari seluruh Chapter untuk semua program ada di kisaran 80-100 siswa per tahunnya.
Tunggu, ini pasti ada biayanya dong? Bina Antarbudaya adalah program nirlaba yang bergerak di bidang pertukaran budaya. Kami memastikan, bahwa siswa/siswi yang kami kirim merupakan siswa/i terbaik yang terpilih melalui seleksi, tanpa memandang latar belakang ekonominya. Dan siswa Indonesia yang layak berangkat datang dari berbagai keadaan ekonomi. Untuk saat ini biaya yang perlu kamu pikirkan hanyalah biaya pendaftaran Rp. 40.000,-. Beranikan diri kamu untuk mendaftar dan fokuskan diri untuk melewati setiap tahapan seleksi. Kalau kamu memang kandidat yang layak untuk berangkat, kami akan berusaha semampu kami agar kamu bisa berangkat walaupun ada keterbatasan biaya. Selama ini kami juga mencarikan sponsor dan melakukan subsidi silang dengan kandidat yang secara ekonomi lebih mampu.
Ah, tetap saja musti bayar kan, saya tidak akan mampu!It breaks our heart to see if financial situation hinder you from applying, cause we will never know what you've got if you don't apply. Sekali lagi, ikuti tahapan seleksi dan tunjukkan kepada kami kamu layak berangkat. Kakak-kakak returnee yang sudah ada, datang dari berbagai keterbatasan ekonomi dan mereka berhasil menunjukkan kemampuan mereka dan akhirnya berangkat:). Seneng kan, kalau itu terjadi:).
Memangnya tidak ada beasiswa? Program Bina Antarbudaya pada dasarnya adalah program beasiswa yang terbagi menjadi beasiswa parsial/ penuh. Di host country, host family dan sekolah melakukannya dengan sukarela.Kami memiliki berbagai sponsor untuk membantu pendanaan program ini dan memastikan siswa Indonesia bisa mengalami pengalaman antarbudaya. Sponsor kami datang dari berbagai perusahaan, individu, pemerintahan negara tujuan, dll.
Beasiswa yang ada apa saja?
  • Program YES : disediakan oleh US State Department untuk negara dengan populasi muslim yang signifikan. Pemilihan dilakukan lewat seleksi di tingkat nasional bagi kandidat chapter yang telah dipilih.
  • Telkomsel School Community(TSC)-AFS Scholarship: kandidat nasional yang adalah anggota TSC akan diajukan untuk menerima beasiswa ini. Kamu bisa mendaftar sebagai TSC dengan:Ketik "SEKOLAH SCHOOL ID" dan kirim ke 4545 atau kirim identitas diri dan sekolah kamu melalui e-mail ke tsc@telkomsel.co.id
Apa saya bisa memilih lebih dari satu program? Bisa, seperti halnya pemilihan negara, kamu boleh memberikan rekomendasi program yang kamu inginkan, tetapi keputusan penempatan program bergantung kepada hasil tahapan seleksi dan rekomendasi tim juri. Program yang kami tawarkan di tahun ini:
  • AFS: Program pertukaran pelajar selama 11 bulan ke sembilan negara: Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Belanda, Swiss, Norwegia, Italia, Perancis, Belgia.Keberangkatan : Maret (Jepang) & Agustus / September (Eropa & A.S) ; Waktu Kedatangan:Februari(Jepang)  & Juli (tahun berikutnya)
  • The Kennedy-Lugar YES Program: Program beasiswa pertukaran pelajar dari US State Department bagi pelajar dari negara dengan populasi penduduk Muslim yang signifikan. Pelajar dari tingkat chapter akan melalui seleksi tambahan di tingkat nasional sebelum akhirnya terpilih dalam program ini. Selama 11 bulan siswa akan tinggal dan melalui kehidupan sebagai pelajar di berbagai negara bagian di Amerika Serikat dalam menjalani misi pemahaman budaya. Berangkat: Agustus, Kepulangan: Juli tahun berikutnya
  • JENESYS Year Program: Program beasiswa dari Pemerintah Jepang melalui AFS Jepang yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kerjasama antara masyarakat Jepang dengan negara-negara di Asia Pasifik. Berangkat: Maret, Kepulangan: Februari.


Apa saja yang harus saya persiapkan untuk mendaftar?

 Percaya atau tidak, tidak ada! Yang kamu harus persiapkan hanyalah keinginan yang kuat dan keberanian. Oh iya, kamu juga perlu membawa uang Rp,- untuk administrasi; tapi selain itu, simpan dulu semua piagam prestasi dan transkrip nilaimu. Langkah awal adalah datang ke kantor Bina Antarbudaya dan mengambil formulir pendaftaran. Di lembar cara pengisian formulir, kamu akan diberi tahu dokumen apa saja yang diperlukan pada saat pengembalian formulir. Jangan lupa untuk mengembalikan formulir tepat waktu!!
Oya, satu lagi, untuk tahun ini sistem pendaftarannya berubah. Denger-denger sih, tahun ini pendaftarannya online. Jadi, kayaknya, kita ambil formulir dan ngisinya online, terus kalau udah lengkap, kita bakal dapet kartu peserta dan setelah itu kartu pesertanya diprint buat dibawa pas seleksi. Katanya sih, tapi tunggu aja ya chapter Samarinda ngadain sosialisasi skitar bulan Februari-Maret. Selain itu, ditunggu aja info lebih lanjut di webnya Bina Antarbudaya sama web chapter Samarinda. (Umm, tapi webnya chapter Samarinda lagi maintenance, jadi ditunggu aja updatenya ya haha).



Lalu sekolah saya di sini? 
Kami akan meminta kamu untuk mengajukan cuti sekolah bila sudah mendapatkan penempatan. AFS adalah school based program, tetapi bukan academic oriented program. Kami meminta setiap exchange student yang sudah menyelesaikan program dengan Bina Antarbudaya untuk kembali ke sekolah masing-masing dan meneruskan proses edukasi mereka sembari membagikan pembelajaran dan pemahaman budaya lewat keseharian di lingkungan terdekat termasuk sekolah.
Apa program ini diketahui oleh Dinas Pendidikan?
Ya. Tetapi karena Bina Antarbudaya adalah yayasan independen yang tidak tertaut dengan institusi mana pun. Kami secara resmi menginformasikan perihal program ini kepada Departemen Pendidikan Nasional karena program ini berbasis sekolah, sesuatu yang berhubungan erat dengan Depdiknas. Namun, dalam pelaksanaannya, program ini dilakukan secara independen.



Di manakah saya bisa mendaftar?

Kamu bisa mendaftar di chapter yang paling dekat dengan tempat tinggal / sekolah kamu. Saat ini Bina Antarbudaya memiliki 15 chapter yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk informasi chapter yang berada di dekat kota tempat tinggalmu, lihat website Bina Antarbudaya.
Untuk Bontang, kita ikut chapter Samarinda. Jadi, kalau seleksi, harus pergi ke Samarinda yaa!

For more information, jangan lupa follow :
Bina Antarbudaya :
Twitter : @binabud
Chapter Samarinda :
Twitter : @chaptersmd

Oke, kalau ada yang mau ditanyakan, monggo~
Kamis, 17 November 2011

Sick



Suatu hari di akhir bulan November, nggak tau kenapa jadi kepikiran sama pengumuman seleksi berkas nasional. Ini kok belum diumumin gitu.. Akhirnya, aku iseng-iseng nyari info tentang pengumuman ini dari para peserta yang tahun ini pergi. Dan bukannya serius nyari, aku malah kepincut buat baca cerita mereka selama di negeri orang.


Dan sumpah ya, cerita-ceritanya itu cambuk banget. Nget.


Aku yang dari awal nggak bernafsu amat buat ikutan ini, jadi terbakar. Sampai gosong parah. Tiap hari kerjanya cuma mikirin cerita-cerita mereka, ngayal gimana kalau aku tahun depan beneran pergi. Aku aktif nulis blog lagi cuma buat nyeritain pengalaman aku ikut tes kemarin biar kaya' mereka. Aku udah mikir gimana sekolahku di Amerika, pelajaran apa aja yang bakal kuambil. Bahkan, aku mati-matian meyakinkan temenku buat belajar Tari Dayak untuk penilaian seni, diam-diam supaya aku bisa 'mempersiapkan' kalau benar-benar pergi.


Aku tau, pikiranku sudah terlalu jauh. Jauh banget malah. Ibaratnya kayak mau makan di restoran. Baru dikasih tau rencana makan di resto, kita udah mikir nanti kalau kekenyangan makan gimana, nanti kalau mau boker gimana, nanti kalau salah pesan menu gimana. Padahal ya, sekali lagi, itu kan baru RENCANA, KEMUNGKINAN, HARAPAN. Banyak kemungkinan kalau rencana itu akan gagal. Bisa aja restorannya kebakaran, atau ban mobil kita kempes. Dan kalau kita sudah berharap terlalu tinggi, saat jatuh, pasti rasanya jauh lebih sakit. Aku sadar itu. Aku tau kalau aku gagal, sakit yang aku rasakan pasti sakiiiit banget, nusuk. Aku tau kalau aku gagal, aku nggak bakal bisa nahan diriku buat nggak nangis. 


Aku tau kalau aku gagal, aku pasti bakal bener-bener jatuh banget.


Aku udah nyoba supaya nggak terlalu mikirin hal itu dan mengalihkan perhatian ke hal-hal lain, berusaha mempersiapkan hati seandainya Allah memutuskan kalau isi berkasku bukanlah yang dicari oleh mereka. Tapi, nggak tau kenapa aku nggak bisa. Pas mid, kerjaanku kalau udah males ngerjain soal cuma coret-coret dan ngayal tentang AFS, seolah-olah aku bakal pergi besok. Bangun tidur, hal pertama yang kupikirin adalah AFS dan jantungku berdegup kencang karena mikirin hasil seleksi.


Ini bener-bener nggak sehat. Aku udah sakit. Aku merasa udah bener-bener terobsesi dengan AFS, dan aku takut banget. Takut kalau misalnya aku gagal, aku bakal depresi. Karena seumur hidupku, baru sekarang aku sangat menginginkan seuatu sampai seperti ini.


Tapi ternyata, Allah punya tujuan kenapa aku merasakan perasaan seperti itu akhir-akhir ini. Dan aku merasakannya bukan tanpa alasan. 


Mau tau kenapa?


Tunggu aja ya lanjutannyaa... AHAHAHAHAHAHAHAHA
 

Blog Template by BloggerCandy.com