Tampilkan postingan dengan label journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label journey. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Desember 2012

Good and Weird Stuff Here

Nongol lagi nih, hehe.. Daripada nggak ada kerjaan pag-pagi, mending nulis aja. Nggak afdol ya rasanya buat exchange student kalo nggak nulis hal-hal unik dan random dari negaranya masing-masing. Jadi, ya, udah tau dong tema tulisan kali ini apaan?

The Good Stuff:

1. Porsi makanannya gede banget, itu bisa kali buat dua kali makan. Surga banget pokoknya. Tapi ini termasuk hal negatif juga sih, buktinya ini celana jeans sudah teriak-teriak minta dibebasin *hikshiks

2. "Please" dan "Thank You" itu wajib hukumnya disini. Kata siapa orang Amerika nggak sopan? Pengertian sopan disini dan disana kan beda. Kalau misalnya mau minta tolong, wajib hukumnya nanya pakai kalimat lengkap dan pakai "please" (ini sih aturan di hostfamily aku, gatau kalau yang lain ada yang beda)

3. Sekolah disini enak.Pelajarannya nggak susah-susah amat, sedikit, dan tiap hari sama jadwalnya. Yang terakhir itu kadang bikin bosen juga sih, tapi karena belajarnya intensif dan terus menerus, gampang masuk ke otaknya. Lagian nggak lama kok, satu pelajaran cuma 45 menit. Siswa juga dituntut buat aktif ngomong di kelas, dan bukan tipe "lihat catat dan hapalkan" kayak di Indonesia. Terus kita boleh milih pelajaran. Bagian yang itu asik banget, soalnya kita bisa milih sesuai bakat dan minat kita. Kalau dipikir-pikir, buat apa belajar Fisika kalau kita benci pelajaran itu dan nggak ada minat buat kerja yang berhubungan sama Fisika? *alasan

4. Anerika itu menjaga banget tempat wisata sama tempat bersejarah mereka. Mereka rawat banget dan lokasinya bersih banget. Terus tourism mereka juga jago, ahli mengundang turis.

5. Amerika itu bersih. Nggak ada yang namanya sampah di jalanan, kecuali daun. Kesadaran membuang sampah mereka udah tinggi. Mereka juga udah terlatih untuk recycle.

6. Amerika itu nggak memandang orang melalui pekerjaan. Mereka nggak peduli apakah mereka itu bus driver atau school carpenter.

The Weird Stuff

1. Siswa boleh makan dan boleh ongkang-ongkang kaki di dalam kelas. Ini nggak negatif, soalnya kan kalau masalah budaya nggak ada yang bisa dibilang negatif. Yang pertama itu asik malah sebenarnya, bisa ngemil dalam kelas haha. Tapi nggak semua kelas kita bisa gitu, ada beberapa guru yang nggak mau kita makan di kelas.

2. Disini makan pakai sendok itu aneh, kecuali kalau makan sup. Biasanya orang sini kalau makan nasi atau apa-apa pakai garpu.

3. Orang Amerika cinta banget sama yang namanya keju. Hampir semua makanan disini mengandung keju. Hostsister aku, Kenzie, malah makan mi Ramyun Korea yang super pedas itu pakai keju.. Rasanya sih lumayan, tapi ya aneh aja...

4. Kadang jengkel juga tinggal di New Hampshire, mau kemana-kemana jauh banget. Kota-kota disini terpisahnya lumayan jauh, dan nggak ada kendaraan umum. Kadang terganggu juga sih, soalnya gabisa bebas main kemana-mana. Tapi ya, sudahlah..

5. Di New Hampshire, kalau ada orang asing mereka biasa aja. Kan kalau di Indonesia, kalau ada orang asing, pasti diliatin, disuitin, dan dimintain foto. Disini, boro-boro, diajak ngobrol aja kadang-kadang kalau nggak kitanya sendiri yang gerak. Katanya Craig, guru drama aku, orang NH dan East Coast itu memang cenderung dingin, beda sama Southern part. Atau mungkin karena Amerika itu melting pot, campuran dari berbagai bangsa, jadi kalau ada yang beda dikit mereka udah nggak asing lagi.

6. Peluk-peluk antara temen cowok dan cewek disini itu biasa banget dan nggak selamanya menandakan hubungan spesial *ceileh.

7. Orang Amerika itu nggak suka nyetrika karena mereka pikir itu nggak perlu. Bajunya dibiarin kusut semua. Nggak juga sih, soalnya mesin cucinya canggih, jadi kalau kusut kadang nggak keliatan banget. Aku kadang masih suka nyetrika, tapi setrika-nya hostfam nggak asoy, nggak bisa sampai licin-cin-cin banget. JAdi ya udah, jarang deh nyetrika, haha..
Jumat, 02 November 2012

Arrival Orientation


Kita ada Arrival Orientation di Hilton Hotel selama 3 hari. Aku sekamar sama Intan dan Mira dari Mesir. Begitu masuk kamar jam 2, kita ngobrol-ngrobrol bareng sama Maryam temennya Mira. Kita ngobrol tentang suasana Mesir setelah revolusi, gimana presidennya, dan lain-lain. Terus, kita tidur. Dan molor sampai jam 3 pagi. AHAHAHAHHAHA KEBO ABIS. Kita ngelewatin dinner sama welcoming session. Gimana dong ya, capek banget. Dan ternyata, keesokan harinya, anak-anak ngasih tau kalo semalam rombongan Indonesia sepi banget, paling cuma 15 orang yang hadir, ahahaha.



Besoknya, sesi dimulai. Aku sekelompok sama Pretti (India), Nazlican (Turki), Mohammed (Mesir), Intan, Maira (Africa), dan Bri sebagai GL. Lumayan canggung karena baru kenal dan sama-sama gagap bahasa Inggris, jadi nggak bisa gila-gilaan banget. Sesinya lumayan menyenangkan, kadang agak boring gara-gara canggung. Makanannya luar biasa, enak banget. Kadang ada yang aneh banget sih, tapi so far enak kok. Kecuali buat yang puasa, soalnya sahur mereka selama tiga hari itu Smokey Beef/Turkey/Fish, 2 telur tebus, 1 selada, 1 tomat, roti, yoghurt, orange juice, dan dalam keadaan dingin. Jadi kasihan banget sama teman-teman yang lagi puasa..





Di Washington sempet jalan-jalan ke Lincoln Memorial. Patung Lincoln di sana subhanalah gede banget.. Nggak lama-lama disini, paling cuma 15 menit doang.. Huhuhu.. Terus kita ke Kedubes Indonesia di Washington DC. Keren lah gedungnya, ala-ala Eropa gitu. Allhamdulillah sempet ketemu Pak Dino Patti Djalal. Habis itu kita ke Walmart buat belanja pakai uang 10 dollar pertama disini. Karena aku buta banget sama harga barang-barang, aku milih barang yang kecil-kecil aja. Awalnya pengen beli postcard, tapi karena nggak ada, ya sudah.. Akhirnya aku beli sabun, pasta gigi, sama satu lagi lupa. Aku habis sekitar 2 dollar. Malah ada yang sampai beli sepatu disini dan dia terpaksa pakai uangnya sendiri selain 10 dollar itu, soalnya mana ada harga sepatu 10 dollar disini, hahaha. Habis itu, karena katrok dan iseng, aku nyoba beli minuman di vending machine and it was work! Hahahaha! Fanta Orange boo, yang sudah jarang banget nemu di Indonesia..

Dan habis itu kita balik lagi ke Hilton Hotel. Tebak deh, habis itu aku ngapain? Yak, apalagi kalau bukan TIDUR. Dan akhirnya kebablasan lagi, kebangun jam 10. Padahal sudah niat bangun, tapi kita sekamar capek banget.

Second day, nothing special. Kita cuma mingkem di dalam ruangan dengerin speech dll. Oh, dan kameraku rusak kerendam air di dalam goodie bag-ku (smart, I know). Sorenya, aku kekunci di luar. Jadi ceritanya aku beli postcard, terus main ke kamarnya Dayu sama Wafa. Pas mau balik, kamarnya kekunci dan Intan didalam kayaknya molor, soalnya kuketok berkali-kali kagak bangun-bangun. Jadi ya akhirnya aku balik ke kamar mereka sambil nyeker, terus numpang tidur disana, hehe. Untung sudah packing, jadi nggak ribet-ribet amat.

Malamnya ada speech dari Imam Basar Arafat (yes, nggak ketiduran lagi!). Sebenarnya menarik banget speechnya, tapi waktunya yang nggak banget. Kenapa panitia setting waktunya malam habis dinner, dan besokya kita harus bangun pagi-pagi buat siap-siap pergi ke state masing-masing? Aku juga ketiduran di meja, dan kebangun gara-gara Carlos nanya soal mimpi basah (yeah, a good reason to listen, right?).

Besoknya, aku bangun jam tiga pagi, langsung siap-siap. Deg-degan banget, soalnya bakal ketemu hostfam beberapa jam lagi. Aku nggak sempet say goodbye ke teman-teman yang berangkat duluan, tapi sempet banget ngasih titipan postcard ke Kak Wendy (muahahaha). Habis say goodbye peluk-pelukan sama Intan, aku langsung naik ke bis dan went back to Dulles Airport

Sampai di airport kita dikasih visa, passport, sama dokumen-dokumen lain. Terus baris lumayan lama untuk masukin bagasi. Aku kaget banget, soalnya koperku overweight (padahal aku nggak beli macem-macem), jadi terpaksa bongkar-bongkar koper lagi dan baju adat harus kutenteng di goodie bag. Habis bagasi beres, ngantri buat masuk ke ruang tunggu. Ngantrinya panjang banget, terus pemeriksaannya lebih ketat. Semuanya ribet ngeluarin barang-barang elektronik, cairan, ikat pinggang, sama lepas sepatu. Alatnya canggih gitu, kayak X-Ray seluruh badan. Habis itu beres, aku sama Frilly langsung main cabut ke ruang tunggu masing-masing, soalnya udah mepet banget waktunya. Aku deg-degan juga sih, soalnya kita cuma berdua di bandara segede ini, dan nggak tau apakah yang lain pada panik nyariin kita atau nggak, dan aku aku lupa kalau aku juga punya temen sepesawat yang dengan seenaknya kutinggalin (maaf yah). Di tengah-tengah, aku sama Frilly pisah, soalnya ruangan kita beda. Makin deg-degan aja aku, dan makin panik soalnya takut ketinggalan pesawat. Akhirnya pas nemu terminal, aku langsung masuk aja dan ya, penumpang yang belum masuk tinggal aku sama anak YES yang satu lagi. 

Nunggu agak lama sambil celingak-celinguk (soalnya nggak bisa nonton TV di pesawat ini, huhuhu), akhirnya temenku datang. Sambil minta maaf gara-gara ninggalin dia, kita berdua duduk aja di kursi nggak tau mau ngapain. Dan akhirnya daku memilih tidur, hehe. 

Yap, nggak terasa pesawat udah sampai di Boston International Airport. Beberapa menit lagi aku bakal ketemu sama hostfamilyku, The Moulton. Dan ya, selangkah lagi aku akan mengarungi hari-hari di negeri Paman Sam. Hola, Americano! 


Kamis, 01 November 2012

Arrival!

Iye iye, tau, ini post udah basi banget kalo baru ditulis saat udah nyaris TIGA bulan aku disini. Tapi ya, mau gimana lagi dong, males banget, ahahaha. Jadi ya udah, mumpung hari ini lagi nggak ngapa-ngapain, aku nulis marathon aja.

-Lapangan Basket Wisma Handayani (06.00-mboh lupa)




Udah banyak gerombolan berbaju kuning di lapangan. Semalam anak-anak pada heboh packing segala macam, jadi mukanya pada capek. Aku? Jangan ditanya. Aku baru tidur jam 3-an setelah sahur. Bukan, bukan gara-gara packing, tapi niat awalnya sih nggak mau tidur di hari terakhir di sini. Mau menikmati malam terakhir di Indonesia, sahur terakhir disini. Eh, tapi ternyata ketiduran juga, ahaha. Dan kita nunggu lamaa banget di lapangan, udah pada mateng kayaknya di bawah sinar matahari. Ada yang asyik ngobrol, main hape, ada juga yang main truth or dare. Aku ikutan main di saat-saat terakhir, dan kena dare. Tau disuruh ngapain? Nggombalin Kak Inu. HAYAAAAAAH ANAK-ANAK SIALAN. Ohiya, bedewey, hari ini ulang tahunnya Kak Sri lho, jadi kita sempet nyanyi Happy Birthday. Happy Birthday Kak Sri! Makasih selama ini udah mau direpotin sama kita, dan membantu kami sampai sejauh ini. We love you! =*

And, then, it's time to go. Memandang Wisma Handayani untuk terakhir kalinya. Wisma yang sudah menjdi saksi cerita perjalan ribuan anak-anak AFS dan YES, termasuk cerita kami. Itu ceritaku, apa ceritamu?

Di bis, anak-anak pada diam, nggak terlalu ricuh. Nggak kayak semalam pas pulang dari Kedubes AS, anak-anak belakang bis pada ribut nyanyi lagu-lagu galau, sampai-sampai Faris nangis. Tapi kali ini, semua dalam keadaan sendu. Cuma kakak-kakaknya yang pada heboh karaokean, mulai dari lagu Chaiya-Chaiya sampai lagunya SNSD. Siapa lagi kalau bukan Kak Ipang calon anggota girlband.



-Soekarno-Hatta

Nyampai di Soekarno-Hatta, kita nggak langsung ketemu keluarga, tapi ngumpul dulu sama kelompok keberangkatan (kelompokku Aqila (Ketua), Athok, Haryo, Widya, Fari, Febri, Onka, Bella) dan ada pengarahan gitu dari kakak-kakak sebentar. Baru setelah kita nggeret koper jaaauh banget ke Terminal 10 buat ketemu selama 1-2 jam (lupa). Aku langsung ketemu Kak Rina sama Mama dan kita langsung ribet bongkar koper, soalnya koperku lebih dari 20 kilo. Dan akhirnya aku ketemu sama Teh Kotak! Kyaaaa akhirnya setelah ngidam parah selama seminggu, terima kasih Ya Allah! (/^o^)/ (Ya, akhirnya puasa kubatalin, soalnya kita nggak boleh bawa minuman ke dalam, jadi ya batal deh)

Terus udah waktunya ngumpul lagi. Yaudah, banjir deh daku. Rasanya nggak kebayang gitu bakal pisah setahun sama keluarga. Suasana pun mendadak mellow. Terus, aku nangis lagi pas ngeliat kakak-kakaknya itu. Ya Allah, udah sayang banget sama mereka. Tapi sayang banget nggak sempet meluk 
semuanya satu-satu dan bilang terima kasih. =''(




Kita nunggu lumayan lama di waiting room, hampir dua atau tiga jam. Tepar di lantai persis kayak gerombolan TKI, haha.. Dan akhirnya, take off!! Agak aneh rasanya denger logat Malaysia di pesawat setelah selama ini selalu denger bahasa Indonesia. Tapi asiklah pesawatnya keren *maklum katrok



Jadi, alur perjalanan kita adalah :



  • KL-Malaysia 
  • ASIK BANGET SUMPAH GILA BANDARANYA KEREN! Naik tram (?) untuk pergi ke terminal selanjutnya, terus desainnya futuristik banget. WC-nya juga masih pake air (hahaha). Kerenlah pokoknya

  • London-England : Beda dari bayangan, soalnya kukira bandaranya bakal model-model Eropa kuno gitu. Duingin banget! Nggak sempet jalan-jalan sih, cuma ngerasain bisnya sama airportnya doang. Sempet nukar beberapa euro buat internetan (BAHAHA) tapi lumayanlah dapet uang Inggris, hehe. Sempet teriming-imingi buat beli beberapa souvenir nggak penting, but ended up with couple postcards. Lumayan lama nunggu disini. 
  • United Airlines : PESAWATNYA ASLI KEREN LAH POKOKNYA. Bokong lumayan kram gara-gara duduk 13 jam nggak ngapa-ngapain kecuali molor, makan, atau nonton. Berasa dewa banget lah pokoknya. Ngerasain salad yang super nggak banget (yang membuat daku berpikir kalo makanan vegetarian amatlah mengerikan--dan ternyata nggak juga). Makanannya masih belum menyesuaikan. Aslinya ya, enak-enak aja sih. Tapi maklum, perut masih Melayu mode on, hehe.
And finally, we were here, Dulles Airport, Washington DC! Yeah, welcome to , AMERICA!



 

Blog Template by BloggerCandy.com