Kamis, 01 November 2012

Arrival!

Iye iye, tau, ini post udah basi banget kalo baru ditulis saat udah nyaris TIGA bulan aku disini. Tapi ya, mau gimana lagi dong, males banget, ahahaha. Jadi ya udah, mumpung hari ini lagi nggak ngapa-ngapain, aku nulis marathon aja.

-Lapangan Basket Wisma Handayani (06.00-mboh lupa)




Udah banyak gerombolan berbaju kuning di lapangan. Semalam anak-anak pada heboh packing segala macam, jadi mukanya pada capek. Aku? Jangan ditanya. Aku baru tidur jam 3-an setelah sahur. Bukan, bukan gara-gara packing, tapi niat awalnya sih nggak mau tidur di hari terakhir di sini. Mau menikmati malam terakhir di Indonesia, sahur terakhir disini. Eh, tapi ternyata ketiduran juga, ahaha. Dan kita nunggu lamaa banget di lapangan, udah pada mateng kayaknya di bawah sinar matahari. Ada yang asyik ngobrol, main hape, ada juga yang main truth or dare. Aku ikutan main di saat-saat terakhir, dan kena dare. Tau disuruh ngapain? Nggombalin Kak Inu. HAYAAAAAAH ANAK-ANAK SIALAN. Ohiya, bedewey, hari ini ulang tahunnya Kak Sri lho, jadi kita sempet nyanyi Happy Birthday. Happy Birthday Kak Sri! Makasih selama ini udah mau direpotin sama kita, dan membantu kami sampai sejauh ini. We love you! =*

And, then, it's time to go. Memandang Wisma Handayani untuk terakhir kalinya. Wisma yang sudah menjdi saksi cerita perjalan ribuan anak-anak AFS dan YES, termasuk cerita kami. Itu ceritaku, apa ceritamu?

Di bis, anak-anak pada diam, nggak terlalu ricuh. Nggak kayak semalam pas pulang dari Kedubes AS, anak-anak belakang bis pada ribut nyanyi lagu-lagu galau, sampai-sampai Faris nangis. Tapi kali ini, semua dalam keadaan sendu. Cuma kakak-kakaknya yang pada heboh karaokean, mulai dari lagu Chaiya-Chaiya sampai lagunya SNSD. Siapa lagi kalau bukan Kak Ipang calon anggota girlband.



-Soekarno-Hatta

Nyampai di Soekarno-Hatta, kita nggak langsung ketemu keluarga, tapi ngumpul dulu sama kelompok keberangkatan (kelompokku Aqila (Ketua), Athok, Haryo, Widya, Fari, Febri, Onka, Bella) dan ada pengarahan gitu dari kakak-kakak sebentar. Baru setelah kita nggeret koper jaaauh banget ke Terminal 10 buat ketemu selama 1-2 jam (lupa). Aku langsung ketemu Kak Rina sama Mama dan kita langsung ribet bongkar koper, soalnya koperku lebih dari 20 kilo. Dan akhirnya aku ketemu sama Teh Kotak! Kyaaaa akhirnya setelah ngidam parah selama seminggu, terima kasih Ya Allah! (/^o^)/ (Ya, akhirnya puasa kubatalin, soalnya kita nggak boleh bawa minuman ke dalam, jadi ya batal deh)

Terus udah waktunya ngumpul lagi. Yaudah, banjir deh daku. Rasanya nggak kebayang gitu bakal pisah setahun sama keluarga. Suasana pun mendadak mellow. Terus, aku nangis lagi pas ngeliat kakak-kakaknya itu. Ya Allah, udah sayang banget sama mereka. Tapi sayang banget nggak sempet meluk 
semuanya satu-satu dan bilang terima kasih. =''(




Kita nunggu lumayan lama di waiting room, hampir dua atau tiga jam. Tepar di lantai persis kayak gerombolan TKI, haha.. Dan akhirnya, take off!! Agak aneh rasanya denger logat Malaysia di pesawat setelah selama ini selalu denger bahasa Indonesia. Tapi asiklah pesawatnya keren *maklum katrok



Jadi, alur perjalanan kita adalah :



  • KL-Malaysia 
  • ASIK BANGET SUMPAH GILA BANDARANYA KEREN! Naik tram (?) untuk pergi ke terminal selanjutnya, terus desainnya futuristik banget. WC-nya juga masih pake air (hahaha). Kerenlah pokoknya

  • London-England : Beda dari bayangan, soalnya kukira bandaranya bakal model-model Eropa kuno gitu. Duingin banget! Nggak sempet jalan-jalan sih, cuma ngerasain bisnya sama airportnya doang. Sempet nukar beberapa euro buat internetan (BAHAHA) tapi lumayanlah dapet uang Inggris, hehe. Sempet teriming-imingi buat beli beberapa souvenir nggak penting, but ended up with couple postcards. Lumayan lama nunggu disini. 
  • United Airlines : PESAWATNYA ASLI KEREN LAH POKOKNYA. Bokong lumayan kram gara-gara duduk 13 jam nggak ngapa-ngapain kecuali molor, makan, atau nonton. Berasa dewa banget lah pokoknya. Ngerasain salad yang super nggak banget (yang membuat daku berpikir kalo makanan vegetarian amatlah mengerikan--dan ternyata nggak juga). Makanannya masih belum menyesuaikan. Aslinya ya, enak-enak aja sih. Tapi maklum, perut masih Melayu mode on, hehe.
And finally, we were here, Dulles Airport, Washington DC! Yeah, welcome to , AMERICA!



Selasa, 14 Agustus 2012

Pelita Cita Indonesia



Ini bukan hanya perjalanan aku, kamu, dia. Ini perjalanan KITA.

Farewell Songs


Gemilang

Hari terus berganti
Banyak yang telah terjadi
Diriku kian pasti
Segala kan kuraih
Bila esok menjelang
Bahagiapun telah datang
Bintang di angkasa
Bersinar gemilang
Tempat kutuju segala angan dan harapan
Tempat kupadu cita-cita dan impianku
Tempat kupacu setiap langkah yang berarti
Tetap menyatu dalam hasrat dan tujuanku selalu
Waktu yang telah menguji
Tekad yang kumiliki
Kini tlah terbukti
Semua kan kuraih
Rintangan yang kuhadapi
Cobaan kulalui
Semua kan kudapati
Betapa gemilang

Pelita Cita Indonesia

Bersama kita melagukan irama
Puji kharisma alam Indonesia
Bangsa yang ramah
marilah semua bersatu berpadu

Padang hijau permadani negriku
Unggas terbang bebas nian berlagu
Membuat kharisma dunia
bagai simfoni alami

Hidup di Indonesia
Tak jua di marcapada
Cahaya purnama raya
Menghidupi desa-desa
Nyiur di pantai, bahtera melambai
Bukit hijau menjuntai
Walhasil kan kugapai

Suci bunga-bunga khatulistiwa
Titian dewa-dewi indraloka

Selamat Jalan Kekasih

Resah rintik hujan
Yang tak henti menemani
Sunyinya malam ini
Sejak dirimu jauh dari pelukan

Selamat jalan kekasih
Kejarlah cita-cita
Jangan kau ragu tuk melangkah
Demi masa depan dan segala kemungkinan

Jangan kau risaukan
Air mata yang jatuh membasahiku
Harusnya kau mengerti
Sungguh besar artimu bagi hidupku

Selamat jalan kekasih
Kejarlah cita-cita
Jangan kau ragu tuk melangkah
Satu hari nanti kita kan bersama lagi
Bersama lagi, kita berdua

Resah rintik hujan
Yang tak henti menemani
Sunyinya malam ini
Sejak dirimu jauh dari pelukan

Selamat jalan kekasih
Kejarlah cita-cita
Jangan kau ragu tuk melangkah
Demi masa depan dan segala kemungkinan
tiada yang harus kau ragukan
Segalaku untukmu
Walau kini kita berpisah
Suatu hari nanati kita kan bersama lagi…
Bersama lagi, Kita berdua

Senin, 13 Agustus 2012

Mereka





Tiba-tiba, saat melihat semua kertas-kertas, poster, dan gambar yang ditempel di Washington DC, I started to remember my National Orientation. Semua kertas-kertas itu, curahan hati kami, harapan dan mimpi serta ketakutan kami. Semua tertuang di kertas-kertas itu, di sepanjang lorong menuju ruang sesi. Jangan lupa juga semua peraturan, ground rules, serta semua values (remember one of the rules that given red underline on it because of  "that"?).

I really missed the kakak-kakak so much right now. Bagaimana awalnya kami menganggap mereka seperti kakak-kakak senior rese yang hobi marah-marah, dan sekarang merekalah our biggest inspiration. Semua yang telah kita lewati bersama. Tawa dan canda saat sahur. Gila-gilaan saat sesi. Tangis haru dan pelukan hangat bagi kami semua. Marah dan kecewa karena dikhianati oleh kami. Semua rasa itu, tampak begitu manis sekarang.

Ingat "kejadian" itu? Saat itu, kami benar-benar merasa seperti pengkhianat, pengecut yang tidak bisa menjaga kepercayaan kakaknya sendiri. Padahal, baru malam sebelumnya kita semua berpelukan dan menangis haru, dan pertama kali merasakan berada di tengah keluarga besar yang hangat. Baru tadi pagi saat sahur kita bercanda, ngobrol bareng. Tapi esoknya, semua itu hancur karena kesalahan kami. Kami benar-benar menyalahkan diri sendiri. Ingat saat kalian melepas name tag itu? Saat itu kami merasa kalian juga melepas semua rasa sayang kalian, melepas semua hubungan kekeluargaan. Tidak ada lagi kakak-kakak yang biasanya selalu berkumpul di pinggir ruang sesi. Tak ada lagi kakak-kakak yang menyiapkan roti dan susu saat malam. Kami benar-benar merasa hancur. Kami tidak tahu harus berbuat apa, semua serbasalah. Kalau ego ini tidak menghalangi, ingin rasanya berlutut minta maaf, dan mengembalikan semuanya ke keadaaan normal. That day was the longest day at my life. 

Tapi kemudian, semua berubah jadi super menyenangkan. Suara tawa tiap hari, ejekan, candaan (terutama Prince Inu the comic of standup comedy). Walau harus berduka karena wafatnya kakak perempuan Kak Fia (Innalillahi, semoga Allah mengampuni segala dosanya dan menerimanya di sisi-Nya). Tapi, semua momen itu, adalah salah satu momen yang paling berharga di hidup kami.



Oh, dan tentu saja talent show, one of the spotlight at this orientation. Saat briefing sebelum orientasi, betapa paniknya kami karena harus menghapal 30 lagu daerah (bayangkan, 30 lagu daerah! Mana judulnya asing-asing semua pula, susah dicari pula. Entah gimana mereka bisa nemu tuh lagu-lagu #ngedumel) Dan di malam pertama, perkenalan kakak-kakak talent yang surprising dan asik banget, tapi setelah itu kami dibuat mati kutu.. ==" Lalu, special for drama section. Remember that small spot in front of the elevator? Bagaimana kita membuat alur drama, dengan tambahan-tambahan aneh dan super nggak jelas (inget nggak lagu "Apusing" yang didapatkan dari kerandoman Kak Riri dan Kak Stoki?)? Tawa yang muncul setiap kali menemukan ide-ide yang super aneh dan unyu, kehebohan dan kegilaan di larut malam yang muncul karena rasa kantuk dan lelah. Kak Riri yang imut dan random, Kak Stoki yang terkenal dengan tagline-nya, "Fokus dek, fokus!", "Catatannya mana dek?", Kak Hadi yang tenang dan mengajarkan pelajaran tidur-kilat-ala-Kak Hadi (which make us more sleepy..). Lalu, RUN-TROUGH! Run-trough yang super menyenangkan! Momen yang sangat kami nikmati setiap malam, walau komentar yang muncul setelah itu super horror ("Komunikasinya mana dek?"). Selalu berantakan di setiap run-trough, tapi sangat epic saat farewell party. Entahlah, the magic of farewell maybe?

Dan, tibalah hari perpisahan itu. Hari dimana kami pergi untuk mengejar mimpi. But, it such a pity that we couldn't hug all of them, we couldn't look at their eyes one by one and say thank you from the bottom of our heart. Kami berjanji, saat kami kembali nanti, senyum bangga-lah yang akan kami lihat dari kalian.  


We met you all as strangers and left you as a big family

And my first tears here, are for you all. Thank you, thank you, thank you.

Thank you...

Credit for Kak Rizky Grahita @Rizk Photography and Catherine's Facebook

Food!



  • United Airline's foods, well, not really good actually. Especially THE DEADLY SALAD, yuck (surprisingly, I ate all of it!). I think I'll die at Sant Bani if I have to eat salad everyday. (Thanks God Mom and Kenz said I didn't have to eat salad everday.. *sujudsyukur)
  • At Hilton hotel, the foods were, um, okay. Sometimes it was delicious, but sometimes it was yuck. I felt bad for my friends who fasting, because the Iftar foods were, undescribable. Smokey beef, fish or chicken, 2 eggs, peanuts, lettuce, orange juice, yoghurt (the only good foods there). Everyday. And it was cold too. But I LOVE ice cream sandwich that they gave as a desert at dinner. It's HEAVEN.. So I felt really upset why I overslept for two days and missed this heavenly food. Oh God why..
  • Foods here are HUGE. SUPER HUGE. Even though I oredered small-cup ice cream, it could be considered as a big cup in Indonesia. And the pizza, my first lunch at Franklin, I could eat that as my breakfast-dinner-lunch for two days. And the sandwich too. Really big and full. Well, here, I don't have to eat all food in the plate, but still I have to try to eat all. 
  • The good thing is, they are delicious! Well, still adapted though, but I think it's okay! I think I can live without eat rice too much here, and it's easy to find rice! So, no problem with rice!
 

Blog Template by BloggerCandy.com